Menampilkan karya poster, nominasi, dan para juara Trinitas Film Festival. Jelajahi karya sineas muda.
Ketika tekanan sosial dan akademik mulai merambat pada dirinya, seorang siswi menemukan sebuah pil ajaib yang mampu menyelesaikan semua permasalahannya dengan instan.
Di tengah sibuknya persiapan pementasan teater sekolah, Shareen diam-diam memendam rasa pada lawan mainnya, Vincent. Kedekatan manis mereka sempat merenggang akibat intervensi Mel, siswi populer yang agresif mencari perhatian Vincent, membuat Shareen cemburu dan memilih mundur. Enggan membiarkan kesalahpahaman merusak hubungan mereka, Vincent berinisiatif mengejar Shareen untuk membuktikan bahwa perasaannya bukanlah sekadar akting belaka, membawa keduanya pada sebuah romansa jujur yang melampaui batasan naskah panggung, diwarnai kehangatan sikap mereka dalam menjaga hal-hal kecil di sekitarnya.
Anin dan Gerald merupakan dua sahabat dekat yang hubungannya menjadi berjarak karna kelalaian kecil serta ketakutan untuk terbuka satu sama lain . Saat menunggu Gerald di taman kota , layar Ponsel Anin yang menunjukkan pukul 16:30 , menjebaknya dalam time loop emosional dengan berbagai siklus berulang tentang perjumpaannya dengan Gerald sore itu . Saat selembar daun kering dan jam kembali pada pukul 16:30 , Anin memaksa dirinya berhenti dalam rasa takut . Ketika jarum jam bergeser tepat pada 16:35 , Anin kembali kepada kenyataan , dan berdamai pada keikhlasan dan kenangan dengan Gerald.
Nova yang tenggelam dalam duka setelah kehilangan sosok Abang, kembali merasakan gema kehadiran sang Abang melalui Adhara, seorang siswi yang terkenal nakal di sekolahnya, dan kelak akan menjadi sahabatnya.
Lea terbiasa memimpin dan mengatur segalanya. Ketika ia bergabung ke kelompok tugas Kale, Claire, dan Selin, ia langsung mengambil alih sebagai ketua, tanpa bertanya, tanpa proses. Sikapnya yang dominan dan keras segera memicu ketegangan. Namun di balik sikap otoriternya, Lea menyimpan luka yang tidak ia sadari. Konflik kelompok itu perlahan membangkitkan bayangan masa lalunya Semakin Lea berusaha mengontrol keadaan, semakin ia ditarik ke dalam sisi dirinya yang paling ia takuti.
Film pendek "Dear Ayah" mengisahkan hubungan emosional yang canggung namun mendalam antara Tristan (17), seorang remaja yang tengah berjuang melawan penyakit parah, dan ayahnya yang bekerja sebagai pemulung rongsokan. Suatu hari saat sarapan, Tristan mencoba mendekatkan diri dengan menceritakan keberhasilannya meraih juara pertama lomba pidato di sekolah tentang profesi pemulung, namun sang ayah justru terdiam dan pergi begitu saja. Saat Tristan membawakan pidatonya di sekolah—menyuarakan rasa hormat pada orang-orang yang rela mengotori tangan demi kebersihan orang lain—sang ayah diam-diam menyaksikan dari balik pilar dengan rasa bangga luar biasa. Momen haru tersebut mendadak berubah menjadi tragedi ketika Tristan pingsan berlumuran darah di panggung dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit, di mana dokter menyatakan bahwa terapinya tak dapat dilanjutkan dan menyarankan perawatan paliatif di rumah. Kondisi Tristan yang terus memburuk di rumah membuat sang ayah sigap melarikannya kembali ke rumah sakit dan dengan tegas menegaskan identitasnya sebagai ayah kandung Tristan sebelum sang anak akhirnya mengembuskan napas terakhir di pelukannya. Kepergian Tristan menyisakan duka mendalam sekaligus penyesalan dan kasih sayang yang terlambat terungkap. Saat merapikan kamar anaknya, sang ayah menemukan boneka dan buku harian Tristan, lalu menuliskan sebuah pesan balasan di dalamnya. Momen memilukan ditutup di ruang makan saat sang ayah secara refleks menyiapkan dua piring seperti biasa; alih-alih menyingkirkannya, ia membiarkan piring Tristan tetap terisi dan meletakkan buku harian itu di antaranya sambil menangis pilu mengakui kebanggaannya pada Tristan.
A Short Film A Rom-Com by Junior High School Students A BINA BAKTI PRODUCTIONS PRESENTATION
Agatha, siswi SMA yang gemar fotografi, diajak mengikuti lomba bertema lingkungan Bhumi Lestari. Saat membantu merapikan gudang gereja, ia menemukan kamera analog tua. Anehnya, foto taman gereja yang dihasilkannya justru menampilkan pemandangan yang hancur gersang bertanggal 15 Februari 2027. Bersama dua temannya, Gabriel dan Abigail, Agatha menyadari tanggal tersebut mengacu pada Kejadian 2:15 sebagai peringatan untuk menjaga ciptaan Tuhan. Usaha awal mereka memungut sampah ternyata tidak mengubah foto masa depan itu. Mereka menyadari akar masalah sebenarnya adalah ketidakpedulian dan kebiasaan buruk masyarakat. Melalui poster-poster di sekolah dan gereja, mereka berhasil menggerakkan siswa/i dan warga untuk peduli lingkungan. Saat masyarakat mulai berubah dan merawat taman bersama, Agatha memotret ulang. Bayangan kehancuran itu pun lenyap, berganti foto taman asri penuh senyuman.
Jerry adalah seorang pemuda yang kehidupannya berubah setelah menjadi korban rumor dan perundungan di sekolah. Akibat tuduhan yang tidak benar, ia perlahan dijauhi oleh teman-temannya hingga akhirnya memilih berhenti masuk sekolah. Meski kejadian tersebut telah berlalu, luka dan rasa kecewa yang ditinggalkannya masih membekas. Tanpa Jerry ketahui, Rey, orang yang dahulu menuduhnya, terus dihantui rasa bersalah. Bertahun-tahun kemudian, Rey akhirnya memberanikan diri menemui Jerry untuk mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Jerry untuk menghadapi kembali masa lalunya, sementara Rey harus membuktikan bahwa penyesalannya bukan sekadar kata-kata, melainkan keberanian untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.
Rini, seorang siswi berusia 14 tahun, tiba-tiba pingsan saat berada di sekolah. Ia kemudian dibawa ke UKS oleh teman-temannya. Namun, ketika Rini mulai sadar, semua orang justru dibuat kebingungan dan terkejut melihat penampilannya yang dianggap tidak biasa. Kejadian tersebut membuat teman-teman, guru, hingga kepala sekolah panik dan mencoba mencari tahu penyebab perubahan Rini. Berbagai dugaan pun bermunculan, mulai dari hal-hal yang tidak masuk akal hingga kemungkinan adanya sesuatu yang misterius. Karena merasa masalah ini semakin serius, Ria akhirnya meminta bantuan pamannya, Mamang Ujang, yang dipercaya mampu mengatasi kejadian tersebut. Dengan berbagai tingkah unik dan cara yang tidak biasa, Mamang Ujang berusaha menyelesaikan perkara yang menimpa Rini. Namun, siapa sangka, penyelesaian dari kejadian yang membuat seluruh sekolah panik itu justru sangat sederhana dan tidak terduga. Kisah ini menyajikan komedi tentang kepanikan, kesalahpahaman, dan reaksi berlebihan orang- orang dalam menghadapi sebuah kejadian yang sebenarnya tidak serumit yang mereka bayangkan.
Anin dan Gerald merupakan dua sahabat dekat yang hubungannya menjadi berjarak karna kelalaian kecil serta ketakutan untuk terbuka satu sama lain . Saat menunggu Gerald di taman kota , layar Ponsel Anin yang menunjukkan pukul 16:30 , menjebaknya dalam time loop emosional dengan berbagai siklus berulang tentang perjumpaannya dengan Gerald sore itu . Saat selembar daun kering dan jam kembali pada pukul 16:30 , Anin memaksa dirinya berhenti dalam rasa takut . Ketika jarum jam bergeser tepat pada 16:35 , Anin kembali kepada kenyataan , dan berdamai pada keikhlasan dan kenangan dengan Gerald.
Gala adalah anak tengah yang berjuang keras mencari uang untuk biaya operasi kakaknya, Freya, sekaligus memenuhi kebutuhan adiknya, Anya. Hubungan mereka semakin memburuk karena Anya yang membangkang setelah kakaknya jatuh sakit, bahkan nekat mencuri uang tabungan operasi Freya sampai jadwal pembedahannya harus ditunda. Masalah bertambah parah saat Gala menemukan testpack milik Anya, hingga Gala bingung harus memakai uangnya untuk masa depan adiknya atau pengobatan kakaknya, sampai akhirnya Freya meninggal dunia. Gala dan Anya harus tetap menjalankan hidupnya
Ilham (16) terlalu asyik dengan dunia gadget, game, dan pergaulan hingga terusmenerus meunda ajakan ayahnya untuk menghabiskan waktu Bersama dengan kata “nanti”. Tanpa Ilham sadari, ayahnya sedang berjuang melawan penyakit. Suatu malam, alih-alih pulang untuk mengawasi kesehatan ayahnya yang sakit parah seperti yang diminta ibunya dirumah, ilham memilih menginap di rumah temannya karena kehabisan baterai dan malas pulang jauh. Saat ia akhirnya pulang, ia mendapati kenyataan pahit bahwa ayahnya telah tiada. Penyesalan mendalam mengubah jalan hidup ilham, memaksanya belajar memaknai tanggung jawab dan menghargai waktu yang tak akan pernah bisa Kembali.
Keizar seorang Siswa Sekolah Menengah Atas yang berteman baik dengan Cinta. Setelah Keizar memperkenalkan Aditya ke Cinta, akhirnya mereka menjadi semakin dekat. Seiring berjalannya waktu, Keizar perlahan merasa terasingkan. Ia semakin jauh dengan Cinta. Untuk meluapkan perasaan asing dan emosi tersebut, Keizar mengambil secarik kertas dan menulis keinginannya. Tanpa ia sadari, semua tulisan yang ia luapkan lewat kertas tersebut menjadi kenyataan.
Bagi Maryn, menari adalah mimpi yang ingin terus ia perjuangkan. Namun, ketika kesempatan untuk membuktikan kemampuannya datang, ia justru harus menghadapi pertentangan dengan sang Ayah yang menganggap mimpinya bukanlah prioritas di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sulit. Di tengah tekanan keluarga, latihan yang melelahkan, dan keterbatasan yang terus menguji tekadnya, Maryn harus berjuang lebih keras untuk mempertahankan mimpinya. Di balik sikap keras Ayah yang seolah menghalangi langkahnya, ternyata tersimpan sebuah ketakutan yang berasal dari masa lalunya. Lantas, akankah Maryn mampu tetap menari dengan segala beban yang mengikat dan menariknya mundur?
Bagi Kalea, menjadi orang yang disukai semua orang bukanlah hal yang sulit. Ia tahu kapan harus tertawa, apa yang harus dibicarakan, bahkan bagaimana menyesuaikan dirinya dengan siapa pun yang ada di sekitarnya. Baginya, memiliki banyak kesamaan dengan orang lain adalah cara sederhana untuk membangun hubungan. Namun, di balik kehidupan yang baginya sempurna, ada sesuatu yang perlahan mulai berubah. Keinginan untuk selalu terlihat menarik dan mengikuti segala hal membuat Kalea terjebak dalam kebiasaan yang semakin sulit dikendalikan. Ia mulai mempertanyakan banyak hal, bahkan hal-hal yang sebelumnya ia yakini sebagai kesukaannya sendiri. Hingga suatu hari, serangkaian petunjuk misterius muncul dan membawanya pada pertanyaan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Jika selama ini ia selalu berusaha menjadi seseorang yang disukai semua orang, lalu siapa sebenarnya Kalea?
Janice, seorang siswi yang selalu mendapatkan juara pertama, dan Eliana, siswi yang selalu menempati juara kedua, telah lama menjalin persahabatan yang sangat erat. Keduanya selalu saling mendukung dan menjadi sahabat baik meskipun memiliki persaingan dalam hal prestasi akademik. Namun, persahabatan mereka mulai retak ketika sebuah pesan anonim datang dan menimbulkan kecurigaan di antara keduanya. Rasa iri, kesalahpahaman, dan ego perlahan-lahan menghancurkan hubungan yang selama ini mereka jaga. Di tengah konflik tersebut, Maya hadir untuk menenangkan keduanya dan berusaha mencari tahu kebenaran di balik pesan misterius tersebut sebelum keadaan semakin memburuk. Akankah Janice dan Eliana berhasil memperbaiki persahabatan mereka, atau justru kehilangan hubungan yang selama ini sangat berarti bagi mereka?
Tasya selalu hidup dalam kesendirian, terasing di dunianya sendiri yang sepi. Segalanya berubah saat Jasmine hadir membawa kehangatan dan kebahagiaan yang belum pernah Tasya rasakan sebelumnya. Hari-hari mereka lalui bersama, mengikis habis rasa senyap yang selama ini memenjarakannya. Namun, kebahagiaan itu runtuh seketika saat sebuah rahasia kelam terungkap: kebersamaan mereka ternyata hanyalah sebuah ilusi yang diciptakan oleh pikirannya sendiri. Di tengah kenyataan yang memekakkan telinga, Tasya dipaksa menghadapi takdir yang sesungguhnya. Apa yang sebenarnya terjadi pada Jasmine? Dan mampukah Tasya bertahan saat ruang kosong di hatinya kembali menyelimutinya dalam senyap?
Sekelompok siswa yang sedang menunggu jemputan akhirnya memutuskan untuk mengisi waktu dengan bermain Truth or Dare di sekolah. Awalnya, permainan tersebut hanya dilakukan untuk bersenang-senang. Namun, suasana berubah ketika salah satu dari mereka mendapat tantangan untuk memasuki sebuah kelas kosong. Sejak saat itu, berbagai kejadian aneh mulai bermunculan, mulai dari nama yang kembali tertulis di papan tulis hingga suara misterius yang membuat mereka ketakutan. Rasa penasaran membawa mereka pada sebuah rahasia kelam tentang Karin, seorang siswi yang pernah mengalami perundungan, tetapi tidak seorang pun berani membelanya. Di balik berbagai kejadian menyeramkan tersebut, seorang siswi ternyata masih menyimpan rasa bersalah dan penyesalan atas kejadian di masa lalu. Kini, ia harus berani menghadapi masa lalunya dan mengakui kesalahan yang pernah diperbuat. Karena terkadang, hal paling menyeramkan bukanlah sosok yang muncul dalam kegelapan, melainkan kesalahan yang terus menghantui karena tidak pernah kita akui.
Jerry adalah seorang pemuda yang kehidupannya berubah setelah menjadi korban rumor dan perundungan di sekolah. Akibat tuduhan yang tidak benar, ia perlahan dijauhi oleh teman-temannya hingga akhirnya memilih berhenti masuk sekolah. Meski kejadian tersebut telah berlalu, luka dan rasa kecewa yang ditinggalkannya masih membekas. Tanpa Jerry ketahui, Rey, orang yang dahulu menuduhnya, terus dihantui rasa bersalah. Bertahun-tahun kemudian, Rey akhirnya memberanikan diri menemui Jerry untuk mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Jerry untuk menghadapi kembali masa lalunya, sementara Rey harus membuktikan bahwa penyesalannya bukan sekadar kata-kata, melainkan keberanian untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.
Kaylee, seorang murid yang cemas dan merasa dunia terlalu bising, selalu mengandalkan Dictaphone peninggalan ayahnya untuk menenangkan diri. Suatu sore, A tertinggal di kelas dan terjebak di sekolah yang berubah menjadi mencekam, dipenuhi oleh sosok murid serta guru tanpa wajah yang sangat sensitif terhadap suara. Saat mencoba kabur tanpa bersuara, Dictaphone miliknya tak sengaja terjatuh hingga memicu kepungan dari puluhan sosok tanpa wajah tersebut. Di tengah situasi yang mendesak, A mengingat pesan ayahnya lalu menekan tombol record pada alat tersebut untuk merekam suaranya sendiri, berdamai dengan ketakutannya di tengah kepungan makhluk-makhluk misterius itu.
Dexter adalah seorang siswa yang pendiam dan kurang percaya diri. Ia sering dijadikan bahan ejekan oleh teman-temannya, tetapi lebih memilih diam dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Di sekolah, Dexter mengagumi Estella, seorang siswi yang berbakat dalam modern dance dan terlihat percaya diri. Dexter sering memperhatikan Estella dan berharap bisa menjadi seperti dirinya. Tanpa sadar, ia mulai membandingkan dirinya dengan Estella dan merasa bahwa dirinya tidak sehebat orang lain. Untungnya, ia memiliki Clyde, sahabat yang selalu menemani dan menghiburnya. Suatu hari, Dexter mendapat kesempatan untuk berbicara dengan Estella. Dari percakapan itu, ia mulai sadar bahwa Estella juga punya rasa takut dan kekurangan. Dexter pun belajar bahwa dirinya tidak harus menjadi orang lain hanya agar bisa dihargai. Ia mulai mencoba lebih percaya diri dan berani menjadi dirinya sendiri.
Dan akan kami update berkala.
Dan akan kami update berkala.
Dan akan kami update berkala.
Dan akan kami update berkala.